Showing posts with label boyben. Show all posts
Showing posts with label boyben. Show all posts

Tuesday, 14 April 2015

Bye Co-sleeping :'(


Start from last night, Ben is on trial to for independent sleep.

I WAS DEVASTATED.

Funny, since before last night, I was still wondering when he would get more independent. There are moments, I must admit with shame, when I got impatient with him being clingy to me, or even just being affectionate to me, like trying to kiss me like thousands time.

:'(

And now, that not-so-little baby of mine is bravely sleeping apart from his mother (husband sleeping with him for the first night). I can't help remembering the first time I had to stop nursing him, it was also painful. Then when we decided to sleep in separate bed, it was also a heartbreaking experience for me.

And yet this new step for us also brings the same awful feeling inside. I will deeply miss listening to him breathing, I will miss stooping by his bed just to watch him sleep, kiss his chubby cheek, or put some ointment on his scar, which he would refuse strongly by day. I know, I've been silly and impatient almost every time when he cried for bathroom in the middle of the night, and I started to repeat the question on my head: "When will he ever grow up and start doing things by himself?"

But this grumpy Momma did not anticipate the day when her baby boy suddenly step on a higher ladder with no warning. As much as I thought I want to ditch our habit of sleeping together, it turns out that it was me who feel most comfortable doing that.


Excuse me, I'm going to weep.


Friday, 6 February 2015

when Ben in tantrum


Oops! Kelewatan sehari nulisnya :((

Well, the show must go on, so!

Let me tell you more about Ben (3 yo, 1 mo 1 day).

Ben anak yang menyenangkan, kocak, lucu, gembul, cerdas - dan yang satu ini agak merepotkan - gigih. Gigih dalam artian, kalo dia pengin sesuatu, dia akan mengusahakan berbagai cara demi mendapatkannya. Dan biasanya pada anak-anak, cara yang mereka tempuh adalah dengan menangis (mulai dari volume rendah hingga melolong), menjerit, memanjat, bahkan, yang agak mencemaskan, melukai diri sendiri, entah dengan menjedut-jedutkan kepala ke tembok, dan menendang-nendang tembok (it happened last night).

Secara pribadi, ini menjadi PR besar bagi kami, khususnya gw, sebagai orang tua Ben. Jujur, gw sering kebawa emosi kalo Ben udah tantrum, akibatnya kita tantrum bareng. Epik banget kan. Setelah gw banyak dapat masukan, entah itu dari orang-orang yang lebih berpengalaman atau dari kisah-kisah orang di Internet, gw memutuskan untuk mengganti langkah menghadapi tantrum si Ben.

Sunday, 6 April 2014

No Kids Allowed (?)

Tadi malam gw makan di Bakso Wang, Ruko Crystal, Gading Serpong. Tempatnya sederhana, dindingnya dihiasi poster-poster makanan (yaiyalahya masak poster model rambut), juga beberapa pesan dan rekomendasi pemilik yang lucu dan ringan bahasanya.

Nah, tadi itu si Ben makannya hopping tables. Untung yang makan di sana cuma kami (kita bertiga sama Ci Devi dan krucils), tapi gw cukup haleluya juga ngejer Ben yang beberapa suap sekali pindah meja. Seorang mbak pelayan pun berkomentar, "Wah, makannya jalan-jalan nih." "Iya nih, pindah-pindah meja dia," sahut saya.

Di meja terakhir, saat lagi menyuapi Ben, tau-tau saya didatengi si mbak. Dia meletakkan dua boneka clay Smurf kecil di depan Ben dan bilang, "Nih, buat mainan." Daaann Smurf pun sukses membuat Ben duduk anteng di tempat sampai suapan terakhir :D

Thursday, 20 March 2014

Ben's milestones in recap

Waktu masih bayi sekali, setiap kali Ben nangis, gw selalu usahain langsung nyamperin dia. Suatu kali, dia menangis minta nenen - umurnya belum seminggu waktu itu, gw agak terlambat ngegendong dia, dan begitu I scooped him into my arms, tiba-tiba dia mendelik gitu ke gw sambil nangis kenceng. Tatapan matanya waktu itu seakan-akan bilang, "Ke mana aja sih?? Lama banget!!" :p

Kejadian itu sangat berkesan, masih gw inget betul hingga sekarang si baby udah 2 tahun 2 bulan lebih. Mungkin itu jadi salah satu hal yang bikin gw yakin, Ben anak yang tahu apa yang dia mau, gak perlu dipaksa, he knows his limit.

Agak lebay ya, hihi. Tapi yah, entah kenapa, gw percaya hal itu.

Ketika masih di bawah 6 bulan dan belum makan, Ben terhitung underweight. Badannya kurus, kecil, tapi aktif luar biasa. Pertumbuhannya juga oke. Dan begitu masuk waktunya makan, boom! Seolah-olah dia dipompa (istilah temen deket gw yang liat dia waktu itu), berat badannya melesat naik. Ah, gw jadi ingat, kalo malem-malem gw liat dia yang masih kurus kecil, rasanya susah banget hati gw, dan seperti ada suara yang ngomong dalam hati gw, "Don't worry, Mama. I'll be alright, I'm doing fine." :')