Showing posts with label ben. Show all posts
Showing posts with label ben. Show all posts

Sunday, 3 August 2014

mirror

He's only been 2,5 years old. Or 2 years, 6 months and 4 weeks old, to be exact.

Yet, he has taught me a lot more about Father God than what I learned since I decided to be a Christian.

When he was a lot younger... Every time he cried, I would flee to check on him. He didn't have to ask, I would always provide him.

And that's exactly what Father does for me.

When I thought all my rebukes had gone in vanish, he would surprise me by reciting what I had told him and doing exactly what I told him.

Oh, how many times do I neglect His rebukes and how broken His heart would be!

When he grew bigger and started to challenge whatever I told him...

When he kept walking away and wouldn't coming back to me, and how I secretly and half-heartedly wished that he would fall down so he would cry and return to me and I could hold him back...

Or like what he is up to now, wanting to do everything by himself, includes things that could be dangerous for him, while stubbornly refuse any help...

I can see myself clearly in the mirror of that cute face.

And I'm stunned by how great His love is for me.

Thank you, Father God.

 

 

Wednesday, 23 April 2014

A bittersweet goodbye

Honestly, I'm not proud of how I end it. Not the way I imagined, not how I planned it to be. Although he accepts it quite smoothly, still, I'd prefer another way - a gentler way - should I be given another chance.

I'm talking about a wonderful, honorable journey of a mother; breastfeeding.

After gathering like a lot information through the Internet, about 3 years ago, I determined to breastfeed my baby. And I made it. Through ups and downs (namely, engorged breasts, nipple blisters to an underweight baby).

I tried to keep up with the WHO's recommendation, like no water and solid before the baby is 6 months-old, and keep breastfeeding until at least he is 2 years-old. And I did. More.

Saturday, 29 March 2014

Ben & Balon Ikan

Hari ini, Papa beliin Ben balon ikan badut. Setiap hari Papa ngelewatin si penjual balon helium di Pasar Mandalika, jadi kepengin beliin bocah kesayangannya balon itu, tapi pasti repot banget kalau harus bawa ke kantor dulu. Masak Papa mau diliatin orang sepanjang jalan dia ngegowes sampe ke kantor? Jadi, pagi tadi Papa pun ngajakin Mama & Ben gowes ke Mandalika buat beli balon helium.

 Papa pilih balon ikan badut, a.k.a Nemo, warna merah, seharga 10 ribu rupiah. Si abang balon tak lupa mengikatkan sebongkah batu kecil sebagai penahan balon.

Thursday, 20 March 2014

Ben's milestones in recap

Waktu masih bayi sekali, setiap kali Ben nangis, gw selalu usahain langsung nyamperin dia. Suatu kali, dia menangis minta nenen - umurnya belum seminggu waktu itu, gw agak terlambat ngegendong dia, dan begitu I scooped him into my arms, tiba-tiba dia mendelik gitu ke gw sambil nangis kenceng. Tatapan matanya waktu itu seakan-akan bilang, "Ke mana aja sih?? Lama banget!!" :p

Kejadian itu sangat berkesan, masih gw inget betul hingga sekarang si baby udah 2 tahun 2 bulan lebih. Mungkin itu jadi salah satu hal yang bikin gw yakin, Ben anak yang tahu apa yang dia mau, gak perlu dipaksa, he knows his limit.

Agak lebay ya, hihi. Tapi yah, entah kenapa, gw percaya hal itu.

Ketika masih di bawah 6 bulan dan belum makan, Ben terhitung underweight. Badannya kurus, kecil, tapi aktif luar biasa. Pertumbuhannya juga oke. Dan begitu masuk waktunya makan, boom! Seolah-olah dia dipompa (istilah temen deket gw yang liat dia waktu itu), berat badannya melesat naik. Ah, gw jadi ingat, kalo malem-malem gw liat dia yang masih kurus kecil, rasanya susah banget hati gw, dan seperti ada suara yang ngomong dalam hati gw, "Don't worry, Mama. I'll be alright, I'm doing fine." :')

Saturday, 30 November 2013

Why bringing a child into this world?

Selepas melahirkan hampir 2 tahun yang lalu, beberapa lama waktunya saya sempat dilanda kegelisahan.

Kenapa saya mau hamil? Kenapa saya mau melahirkan satu lagi anak manusia ke tengah dunia yang kacau dan semrawut ini?

Jujur, saya sempat merasa bersalah tiap kali melihat wajah lucu Ben yang sedang tertidur pulas dengan mulut setengah mangapnya itu. "I'm sorry, Son." Begitulah batin saya hampir tiap hari.

Saya merasa bersalah, karena saya kira, gara-gara sayalah, dia bisa ada.

SOMBONG BANGET SIH. Soalnya, kalo Tuhan sang Maha Pencipta tidak berkehendak, toh Ben gak bakal hadir.

Berbekal kesadaran itu, saya pun menekan kegelisahan saya tersebut. Saya putuskan untuk percaya sepenuhnya, bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

Hingga saya menonton video ini. (Bukan iklan, lho, ya.)

"The world needs more good guys. And I'd like to think that our baby will be one of the good guys," kata seorang calon bapak berjanggut tebal dengan wajah sumringah.

Kalimat sederhana itu membangunkan kembali sesuatu dalam hati saya. Sesuatu yang sudah lama tertidur, terkubur di bawah segala kecemasan saya.

Sesuatu itu bernama, harapan. Dan harapan adalah apa yang saya letakkan dalam diri Ben. Harapan agar dia menjadi orang yang baik, menjadi orang yang berdampak pada orang lain, bahkan dunia ini.

Malam ini, ketika saya menonton dia asyik bermain sendiri, tiba-tiba kalimat ini muncul dalam hati saya.

"When you bring a child into the world, you are bringing another hope into this world."

Ya, karena dunia ini masih punya harapan. Bangsa ini masih punya harapan. Masih ada orang-orang baik. Masih ada calon orang-orang baik, seperti anak saya nanti (yes, amen!)

Jadi merinding sendiri, karena itu berarti pula, saya punya tanggung jawab superberat untuk mendidik anak saya agar benar-benar tumbuh menjadi harapan, bukannya menjadi beban. Gak muluk-muluk lah, bukannya pengin dia jadi tokoh dunia or what, setidaknya, dia akan tumbuh jadi anak yang tahu sopan-santun, buang sampah gak sembarangan, ramah pada semua orang tanpa diskriminasi, tahu berterima kasih, bisa meminta maaf dan mengucapkan kata 'tolong', tepat waktu, dll dll.

I'm not gonna let this world take over my children. For in their hands are the power to change this world. To put back what has been taken.

This is for you, Benedict.

Dan untuk adikmu kelak.

Sunday, 25 August 2013

In His time

Kadang, kalo lagi ngebaca update teman-teman di Facebook tentang toddler mereka, saya suka panik sendiri. Panik apakah saya bisa mendidik Ben secanggih mereka mendidik bocah-bocah mereka, panik apakah saya terlalu santai sekarang dalam mengajari dia.

Rasanya selalu saja ada yang kurang, dan jujur hal kecil sekalipun bisa bikin saya murung dan senewen. Psst, menurut salah satu tes yang dulu ngetren di Facebook, saya emang orangnya neurotic, wkwkwkwk.

Friday, 6 July 2012

Sweet Victory

Ben,
Hari ini, 5 Juli 2012, kamu genap berumur 6 bulan. 6 bulan pula perjuangan Mama memberikan ASI Eksklusif (ASIX) untukmu. Belum hilang dari ingatan Mama, pada jam pertama kehidupanmu, kamu diletakkan di atas dada Mama untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini). Hebatnya, kamu yang masih fresh from the oven itu berhasil menemukan puting Mama! Yay!
Beberapa jam kemudian, kamu kembali ketemu Mama untuk sesi menyusu perdana. Bidan memencet puting Mama dan keluarlah cairan emas itu. Kata bidan, "Duh, tuh liat, kolostrumnya cakep banget kuningnya!"
Sempat terganjal flat nipple, Mama pun tiap hari menarik-narik puting, kadang dengan tangan, kadang dengan spuit - yang bikin meringis sakitnya. Sebulan pertama menyusui terasa menyiksa, Mama ingat setiap kali kamu menyusu dari sebelah kiri, pasti Mama nendangin kaki dulu saking perihnya tarikan pertamamu. Mama cuma bisa membesarkan semangat dengan berkata, "Kita sama-sama belajar, Ben, kita pasti bisa lewatin, kita satu tim yang hebat!"

Sunday, 1 July 2012

Melahirkan di Grha Kedoya

Semasa persiapan melahirkan, gue browsing tentang RS pilihan gue ini tapi infonya minim banget, mungkin karena RS ini masih tergolong baru. Gue harap postingan ini bisa menyumbangkan sedikit info buat para calon ibu lainnya.
Oke, pertama, kenapa gue pilih Grha Kedoya? Soalnya Dr. Radit, obgyn gue praktiknya di situ. Ada sih di RS laen, tapi konon klo di RS itu blio cuma dokter tamu jadi bisa aja blio ga hadir di hari H. Terus GK masih terhitung baru jadi fasilitas2nya masih bersih, oke dan ga rame.

Friday, 11 May 2012

On Becoming A Mom

Not only you feed him, change his wet nappies, bathe him, take him to a walk, soothe him when he is fussy, hug him, hold him, tell him that momma is here, but also you have to entertain him, be his personal clown, write songs for him, sing for him albeit the lyrics are silly and you are out of tune, nevermind, coz he will look back at you and smile widely. And that's all that you need.

Wednesday, 9 May 2012

Free lunch!

Sejak punya baby Ben, kita rada kepentok transport kalo mau ke mana-mana. Gue belum sampe ati bawa Ben naek motor jauh-jauh, kasian dia kena asep dan panasnya Jakarta. Kalo masih deket-deket kayak ke CP ato TA, masih oke buat naik motor.
Nah, karena gereja kita lokasinya nun jauh di sana, terpaksalah kita berpikir ulang buat tetep ibadah di situ apa ga. Ongkos taksi sekali jalan bisa 45 ribu, pp ya ampir 100 ribu. Kali 4 ud 400 ribu, lumanyun banget kan. Ada ibadah yang bisa ditoleransi dengan naik motor ke sana, tapi gue ga sreg. Akhirnya jatuh pilihan ke ibadah di sebuah hotel di bilangan Slipi.
Temen baek gue kebetulan di sana, dan dia emang suka ngajak kita ke sana. "Dapet makan duey," begitu promosinya. Karena dirasa cukup dekat, ya kita coba deh ke sana.

Thursday, 3 May 2012

Berhati-hatilah akan apa yang kauminta!

Sebelum menikah, Desember 2010, gue dan calon suami waktu itu sepakat buat 'jaga' dulu selama 3 bulan. Pertimbangannya waktu itu gue bakal ada kerjaan waktu bulan Juni 2011 yang mengharuskan gue ke luar kota, dan bulan Juli kita ada rencana mau ke Vietnam.

Ternyata Tuhan merestui niat kami, dan pada bulan Mei 2011, gue dinyatakan positif hamil 5 minggu. Meskipun begitu, gue gak jadi ambil kerjaan bulan Juni itu karena takut nyusahin orang dan takut kalo kenapa-napa, baru masuk trimester 2 waktu itu. Tiket ke Vietnam juga terpaksa hangus, soalnya kita baru pulang dari Bali (biasa, promo tiket 0 rupiah), dan kalo mesti ke Vietnam lagi bisa-bisa pulangnya kita makan Indomie tiap hari :D

Saturday, 14 April 2012

I can do this now!

Baby Ben 3 mos 1 week

Thursday, 22 March 2012

I knew I loved you before I met you

When I heard the song, I thought it was silly and too much. How can you love someone you haven't even met?
Until I got you in my arms, the lyrics became make sense for me. I never met you before, I didn't even know how you'd look like, but the moment I held you, I knew I loved you before I met you.