Showing posts with label dwengtheobserver. Show all posts
Showing posts with label dwengtheobserver. Show all posts

Thursday, 15 September 2016

Mom, Take Some Rest, Please?

One day, I overheard a mom scolding her cheeky daughter:
"Kamu main gitu lagi Mami cubit setengah mati ya! Mami tampar ya! Seharian gak mau makan, beratmu cuma 12 kg, udah mau 4 tahun!"

Translated:
"Stop playing like that! Else, I will pinch you like I really mean it to! Oh I will slap you! You wouldn't eat for a whole day, don't you know you only weigh 12 kgs, you're almost 4 already!"

Geez.
So much pressure for a toddler.
No wonder it's said mother needs more vacation.

Well of course, I stopped and thought, I might have shared the same attitude towards my son. When I scolded him and like put all of the burden of the world on his fragile shoulders :(

Sorry, kid.
Sometimes we just forget that we, mothers, adults, should take the responsibility, not the kid.
Sorry, kid.
Sometimes we are overwhelmed and put the blame on you.

You, a little creature who should enjoy your life more with joy and laughter, not with burden to have proper weight on scale.

HUGS.


Thursday, 8 January 2015

I'm grateful!


Setelah beberapa tahun ini menebak-nebak, semalam gw pun mendapatkan konfirmasi.
Ya, mereka hidup dengan subsidi. Ya, segala kemewahan mereka disubsidi, bukan dari gaji penuh sang suami, tapi dari ayah si istri.
Dan melihat betapa menggebu-gebunya si pembawa berita - yang notabene adalah ibu kandung si suami di atas - agar ayah si istri - alias besannya sendiri - berkenan memberikan piutang untuk keluarga tersebut membeli rumah, gw hampir gak bisa kaget lagi.
Ke mana harga dirinya?
Apakah semata-mata karena uang, maka dia begitu total 'melayani' menantunya itu? Sadarkah dia, selama ini jalan-jalan, makan-makan mahal yang mereka nikmati, sebagian besar (mungkin) berasal dari hasil kerja keras besannya?
Ke mana harga diri suaminya?
Gw yakin betul gajinya tidak mungkin cukup untuk membiayai hidup mereka, plus gaya hidup si istri yang tidak banyak surut sejak 'kejatuhan' mereka beberapa tahun lalu.
Bisakah dia tidur nyenyak setiap hari, dengan kenyataan bahwa hidup mereka masih ditunjang oleh orang tua?
How could they?

Dan, gw pun bersyukur. Benar-benar bersyukur. Meskipun hidup kami jauh dari mewah, pas-pasan, tapi hampir semua dibiayai oleh kami sendiri (sampai akhir tahun kemarin, biaya listrik dan air masih ditanggung orang tua). Kami menikmati hasil kerja keras kami sendiri.
Gw bersyukur, tahu ke mana suami gw setiap hari, tahu jam berapa dia akan pulang setiap hari.
Gw bersyukur, gak perlu cari utangan ke mana-mana, gak perlu menghamparkan harga diri demi bisa hidup enak.
Dan baru kali ini, gw bisa melihat, sesungguhnya gw sama sekali gak boleh memandang diri gw lebih rendah daripada mereka. Hanya karena mereka bisa makan di tempat-tempat mewah, gak berarti mereka lebih hebat. Jempol dari suami saat menikmati masakan gw (yang gak sering-sering amat juga sih), itu jauh membuat gw merasa lebih hebat.


Monday, 22 September 2014

BerryBenka vs Pink Emma - Review


Setelah sekian lama gw belanja online lewat Instagram, beberapa hari yang lalu gw ketemu penawaran yang cukup menarik dari online shop besar di Indonesia: BerryBenka dan Pink Emma.

BerryBenka (BB) dan Pink Emma (PE) bukan situs asing sebenernya buat gw. Cukup sering juga gw jajan mata di situ. Sekilas, Pink Emma terkesan lebih murah, email-email penawaran yang dikirimkan pun terasa lebih personal, dengan membubuhkan sapaan "sis" dan menyebut si penerima email dengan "kamu".

Gw lagi nyari-nyari ikat pinggang diameter kecil yang biasa dipake buat dress, dan biasalah, cewek, dari ikat pinggang bisa nyasar ke cardigan, kemeja, dress, rok, tas, balik lagi nyari kemeja hitam-lah, kemeja motif bunga-bunga-lah.
Pilihan pertama tadinya ke PE, tapi waktu jalan-jalan di BB, ketemu produk yang gak terlalu mahal dan kelihatan bagus. So, gw pesen ikat pinggang di BB. Agak kaget waktu masuk ke detail pembayaran, karena ongkirnya (JNE) 9500 perak. Padahal setau gw, ongkir JNE antar Jakarta itu 8000 perak untuk reguler. Belum lagi ada tambahan kode pembayaran, sebesar 252 perak. Kecil sih emang, tapi gw selalu sebal kalo ketambahan kode begini, kan jadi gak bulet lagi harganya, gak sesuai yang tertera. Ish.
Maka, dengan harga ikat pinggang sebesar 35.000 perak, total yang harus gw bayar untuk belanja di BB adalah 44.752 perak.

Di waktu yang bersamaan, gw juga lagi keliling di PE, dan ketemu penawaran seru. Ada cardigan yang sedang diskon 49%, lalu dapet kode diskon lagi (potong 25 ribu), jadi cardigan yang asalnya senilai 89 ribu, total hanya senilai 24 ribu rupiah! Plus ongkir 9 ribu, jadi gw harus transfer 33 ribu perak.

Pembelian sama-sama dilakukan pada Kamis malam. Gw prediksi Sabtu sore bisa sampe, ato paling apes Senin lah.

Monday, 14 November 2011

me & the ARTs


ART di sini adalah singkatan dari Asisten Rumah Tangga.
Dan entah kenapa, sepertinya saya kurang berjodoh baik dengan urusan seperti ini.
Sejak kecil, saya memang sudah akrab dengan kehadiran seorang ART di rumah. Mereka selalu ada untuk membantu Mama, mengurus kami yang bertiga anak-anak Mama, membersihkan rumah, dll. Mama selalu memperlakukan mereka dengan baik, gak pernah kasar, bahkan kami diajar untuk membantu pekerjaan mereka; kalo bisa sendiri ya lakuin sendiri.
Ketika pindah ke Jakarta, kami tiga bersaudara tinggal serumah. Tentu dengan kehadiran seorang ART. Ada yang harian, pernah pula yang tinggal di dalam. Hingga kurang lebih 3 tahun yang lalu, ART harian kami yang terpercaya, Mbak Tinah, terpaksa mundur karena lebih memilih berbakti sepenuhnya kepada adik iparnya yang sudah banyak membantu membiayai keluarganya. Sejak saat itu, selama 2 tahun, kami tidak menggunakan ART sama sekali. Waktu itu, yang tinggal di rumah cuma saya dan adik saya. Kami berusaha membagi tugas membersihkan rumah, semampu dan selowongnya kami :p
Tentu saja, rumah sudah pasti mulai berantakan dan kurang terawat, mengingat kami sama-sama bekerja hingga sore. Tiap kali Mama datang ke Jakarta pastilah beliau mengoceh tentang keadaan rumah. Kasihan juga Mama, pasti tidak bisa tinggal tenang melihat rumah. Beliau selalu menyapu-mengepel-mencuci kalau sedang di sini.
Dan akhirnya, ketika aku mulai hamil, memasuki bulan kedua atau ketiga, Mama memberi mandat untuk mencari ART lagi. Mbak Tinah pun dikerahkan untuk mencari ART yang baru, dan sekitar akhir Juni 2011, didapatlah seorang ART baru. And here the story goes…

Monday, 7 November 2011

Curi Saja Sinyal & Pulsaku, Telkomsel!

http://www1.kompas.com/suratpembaca/read/27526

Here I posted my complaint toward the 'biggest operator in Indonesia'


TELKOMSEL
Curi Saja Sinyal dan Pulsaku, Telkomsel!
MINGGU, 6 NOVEMBER 2011 | 19:44 WIB

Per tanggal 1 November 2011, saya mengumumkan kepada keluarga, teman-teman, dan kolega bahwa saya sudah berganti operator menjadi Telkomsel, yang menurut saya waktu itu adalah the best operator in Indonesia. Apalagi setelah melakukan uji coba menggunakan kartu Simpati di BlackBerry saya yang hasilnya sangat memuaskan.
Kemudian saya menggunakan nomor baru, dan sejak itulah bencana itu dimulai. Sejak tanggal 1 hingga hari ini, 6 November, terhitung saya sudah menelepon CS 116 sebanyak 5 kali untuk pengaduan yang sama: BIS (BlackBerry Internet Service) saya yang sangat tidak stabil sejak hari pertama.
Entah tiba-tiba sinyal menjadi edge/gprs, GSM only, SOS, searching for network, atau sinyal GPRS/EDGE penuh tapi BBM lumpuh. Tanggal 4 November, saya melakukan transfer pulsa ke nomor 081287624*** sebesar Rp 8.000,- (2 x), transaksi dikatakan tidak berhasil karena sistem sibuk.
Tapi ajaibnya, pulsa saya tetap terpotong sebesar kira-kira Rp 16.700,- (Rp 700,- nya biaya transaksi), dan pulsa sampai detik ini belum kunjung masuk ke nomor tujuan. Tanggal 6 November, saya kembali menelepon CS 116 karena masalah terulang lagi, sinyal menjadi gprs. Petugas bernama Bowo, menyatakan bahwa laporan saya belum dibuka, dan ketika menerima laporan tentang pengaduan transaksi transfer pulsa yang gagal tapi terpotong, petugas ini cukup menjengkelkan.
Berkali-kali petugas keliru, saya bilang saya transfer pulsa kira-kira pukul 9 malam, dia mencatat pukul 20.00. Saya menyebutkan transfer sebesar delapan ribu rupiah, petugas menyebutkan jumlah sepuluh ribu rupiah. Sungguh saya merasa sangat menyesal beralih ke Telkomsel dengan pelayanannya yang begitu bobrok, lambat dan tidak memuaskan.

Dewi Sunarni
Tanjung Duren
DKI Jakarta
Dibaca 417 Kali




Wednesday, 3 August 2011

kalibrasi kuping


Kayaknya sih istilah kalibrasi kurang tepat kali ya, tapi itu yang kelintas di pikiranku, hehe…
Jadi beberapa hari belakangan ini telinga kananku suka pengang mendadak, kayak kalo kita lagi di ketinggian di dalam pesawat atau sedang berenang kemasukan air. Berhubung sudah cukup lama gak bersihin kuping, aku gunakan juga momen ini buat bersihin kuping. Ke mana lagi kalo bukan klinik tercinta, Klinik Tomang 24 jam dekat rumah.

Thursday, 26 May 2011

scotty boy

Scotty McCreery won American Idol 10!! Yay!!!
Sejak pertama liat audisi dia udah kepincut sama suaranya yang dalemmm...
Sempet males liat gayanya yang agak sengak, dan beralih ngejagoin Casey Abrams.
Apa daya Casey terdepak, dan Scotty was back to my eyes.
Entah kenapa dia mulai terlihat lebih humble, kalem dan gak neko-neko.
Gayanya yang tenang di atas panggung, nyanyinya penuh penghayatan, dan tentu saja tampangnya yang manis pun merebut hati saya... dan suami, hihihi.
This young lad (17!!!) slowly brings country music to the limelight.
Entahlah apa yang ada di hatinya setiap kali ada temannya yang tereliminasi, tapi yang pasti wajahnya yang solemn tentu tampak lebih bersimpati dibandingkan, let's say Haley, yang tersenyum waktu Casey dan beberapa rekannya tereliminasi.
Scotty begitu bersahaja. He looks like a country boy! Lihat saja busananya waktu audisi, dengan kemeja dan celana jeans cut-bray, dan sepanjang penampilannya di AI, dia selalu tampak sederhana dengan tampilan andalan kemeja+jeans, plus kalung salib sederhana yang tidak pernah lepas dari lehernya.
Meskipun banyak orang yang menilai dia monoton dan membosankan, saya lebih senang menyebut dia stabil. He can sing any songs, and he pulls it effortlessly. Gak perlu tereak-tereak, menyanyi dengan tenang pun dia bisa mengaduk emosi orang.
Hati saya ikut melompat waktu Ryan Seacrest menyebutkan "Scotty McCreery", padahal saya kira dia sedang bersiap melafalkan L (Lauren Alaina).
Dan ketenangan Scotty tetap terlihat setelah dia dinobatkan sebagai Idola Amerika, tanpa ledakan ekspresi berlebihan, dia mendatangi satu per satu keluarganya, dan ketika memeluk beberapa orang tua berambut putih-gondrong, dia pun mulai menangis. Hingga di akhir lagu, ketika finally he stumbled and cried, it was all so amazing and beautiful of sight.
Congratulations, Scotty! Success for you, keep shining, yet keep hiding behind the Cross!
I'll sure own your songs!!

Tuesday, 11 January 2011

Love in Patong! (part 2)

Day 3
Yay! Hari ini kita tour ke Phi-Phi Island dan sekitarnya. Bisa dapet ini juga anugerah, karena koneksi Etha, yang somehow managed to call me - ga tau kenapa si simcard TrueMove itu, SMS ga bisa, telpon ga bisa - dan memberi satu, eh dua, tempat untuk kita di pelayaran besok. Kita dapet harga 1,100 bht - lebih murah 100 bht daripada yang dekat bandara. Kita dijemput di lobby hotel pukul 10 pagi, naek minibus gitu. Gue gak tahu seberapa lama perjalanannya, mungkin sekitar 45 menit and so buat tiba di pelabuhannya, soalnya gue ketiduran selama di mobil, hihi.

Tuesday, 9 November 2010

Technical Meeting - wedding preparation (updated 09.11.10)

Kemarin, 8 November 2010, kita ngadain technical meeting dengan Fortuna Palais. Janji pukul 10 pagi, aku dan bee dateng terlambat 10 menitan karena nganter undangan dulu ke khiu2 di Sunter sekaligus breakfast di sana, hehe.
Orang dekor & konsumsinya juga belum dateng sama sekali. Walhasil kita nunggu setengah jam lebih barulah pada lengkap. Bagian pertama yang kita bahas adalah gedung, dengan (kayaknya) marketing baru FP, Mulyono.  Ini orang kayaknya agak-agak gimana gitu yak, cuma emang cukup baik sih. Sempet mangkel waktu kita bahas ruang tepai. Waktu itu dia tanya kita mo tepai di mana. Kita jawab di ruang VIP.
Terus dia bilang, "Wah, mana bisa di VIP, sempit lho. Di hall aja."
Aku pribadi agak bingung, emangnya butuh seluas apa ruangan untuk tepai? Tapi karena dia bilang biasanya di hall, dan mbak catering juga meneguhkan, ya udah, kita bilang tepainya di VIP aja.
Nah, waktu kita bahas ulang, dia bilang tepai ya di VIP. Kagetlah kita. Terus aku tanya, "Lho, tadi katanya di hall?"
Dia jawab dengan ringan, "Mana ada tepai di hall? Ya di VIP lah biasanya."
Ya ampun! Pokoknya dia sama sekali ga mau ngaku dia salah ngomong. Untung si mbak catering dengan cepat minta maaf. Gilingan aja nih orang, aku udah bener-bener mangkel dan ga make sense ada gitu orang dengan muka ga ada dosa ga mau ngaku salah ngomong. Hih!
Tapi ya udahlah, mendingan kita damai dengan semua orang yang bakal ngurusin wedding kita ya gak, haha. Jadi kita lanjutkan pembicaraan dengan tenang.
Oke..
Semua menu udah dipilih, dekor udah dipilih, bonus udah dinego, harga udah deal...
It's one month and a day from the d-day!!! :)

PS:
Dekorasi: Mitra Seni
Katering: Anggraeni

Friday, 5 November 2010

blessed to bless... YEAH

Oke, gue mo marah2 dulu ya.
Jadi kan gue udah gak kerja kantoran lagi, jadi freelance translator/editor/interpreter/private teacher aja di rumah. Nah, suatu kali gue dapet kerjaan. Yang ngasih kerjaan ini bukan orang gak dikenal, dia bos yayasan yang seatap sama eks kantor gue. Nih orang sih emang udah terkenal pelit dan aneh. Parah deh anehnya. Kita bisa bikin buku yang nyaingin My Stupid Boss saking anehnya tuh orang (huehue, geer).
Berhubung gue gak punya fixed income lagi, dan pengalaman gue dulu-dulu kurang memuaskan sama ini orang yang kalo kasih honor bisa kalo pas dia inget, gue pun kasih perhitungan fee di awal. Gue gak mau mangkel selama ngerjain materi ini, makanya gue pengen fair di muka.

Tuesday, 2 November 2010

Interpreting for ELC Indonesia, 2010

Jumat malam, 15 Oktober, saya mendapat telepon dari K' Arief - he who brought me to Singapore for an interpreting work - buat bantu terjemahin event ELC Indonesia di Hotel Nikko, 18-19 Oktober ini. Karena masih nganggur, saya mah hayok aja...

Wednesday, 13 October 2010

Ngurus surat nikah N1-N4, PM 1 - wedding preparation (updated 13.10.2010)

Oke... acara pemberkatan + resepsi sebagian besar udah kebayang dan dituangkan dalam bentuk rundown. Udah ketemu panitia inti 2x, ketemu pembina BPN juga udah... Sekarang ngurus surat ke kelurahan.
Tadinya sempat ketar ketir karena info yang didapat simpang siur. Coba googling juga kebanyakan refer ke pernikahan muslim, yang kayaknya agak berbeda.
Karena itu saya kasih judul post kali ini ada embel-embel 'ngurus surat nikah'nya, siapa tahu ada orang lain yang punya keperluan kayak saya, kali-kali bisa nemu tulisan ini waktu lagi googling :)

Monday, 11 October 2010

One Day from West-South-East-West

Hari ini saya ada tes editor di Penerbit Serambi. Lokasinya di Kemang, salah satu tempat yang belum pernah saya injak sebelumnya. Rute yang saya ambil adalah naik bus TJ dari Grogol-Harmoni-Blok M. Bisa naik Patas 65A, kata teman saya, tapi berhubung itu metromini lamaaaa banget baru nongol, mendingan lu naik taksi. Saya pikir bener juga, lagian saya belum tahu tempatnya, gak tahu mo turun di mana, bisa cengok saya di metromini.
Ditemani Cai2, yang setelah itu akan saya temani ke TMII, saya pun berangkat ke Kemang. Perjalanan ke Blok M ditempuh dalam waktu relatif singkat, dari halte Harmoni pukul 08.30an, sampe di Blok M pukul 09.12an. Kita naik taksi Blue Bird, dapet supir yang baik :)

Wednesday, 6 October 2010

what lies behind my name (or so it is said)

Berhubung saya orangnya suka banget sama yang namanya ngisi kuis (gak tahu deh ada gak jenis orang yang kayak gini) dan senang mengenali diri sendiri (makanya nilai intrapersonal saya tinggi), begitu membaca postingan ini, saya langsung semangat mencari link ke situs yang disebut-sebut. And here is my result, tadaaaa....

Wednesday, 15 September 2010

resepsi vs pemberkatan

“Tar kalo lu merit, harus undang gua ya… ke resepsinya juga lho!”
Begitulah request seorang temen waktu mendengar rencana pernikahan saya akhir tahun ini.
“Kenapa lu gak dateng ke resepsinya si Andhy?” tanya seorang teman, di kesempatan yang lain.
“Kan tadi pagi udah ke pemberkatannya…” jawab saya santai.
“Tapi kenapa ke resepsinya?” si teman masih ngotot.
“Iya, capek seharian. Kan udah ke pemberkatan juga,” jawab saya gak mau kalah.
Dari raut si teman, saya tahu, dia masih menyimpan tanda tanya besar, mengapa saya tidak menghadiri resepsi teman kita itu??

Tuesday, 14 September 2010

Hair Gratitude

Sejak kecil saya memang sulit akur sama rambut saya. Tebal, ikal dan sulit diatur. Sampai kelas 2 SD, rambut saya tidak pernah dipotong pendek, panjangnya bahkan mencapai punggung saya. Nah, saat kelas 2 SD itulah, saya melihat seorang teman memangkas rambutnya menjadi potongan bob. Dan saya pun merengek, meminta agar Mama mengizinkan saya memotong rambut mengikuti jejak teman saya itu. Mama pun membawa saya ke salon di Pangkal Pinang, ke salon langganan kepercayaannya. Saya ingat si mbak potong rambut beberapa kali bertanya, “Yakin nih, mau potong bob?” Dan saya, dengan tekad entah dari mana, menganggukkan kepala saya. Si mbak  potong rambut berkali-kali pula berkata, “Sayang banget, rambutnya udah panjang…” Tapi tanpa penyesalan sedikit pun, saya menyaksikan untalan rambut saya yang tebal dan ikal itu berjatuhan di lantai salon yang putih. Di pikiran saya, sebentar lagi saya akan menjadi secantik teman saya itu.

Friday, 6 August 2010

an unexpectedly short trip

Salah satu om saya terkena kanker pankreas. Setelah berkali-kali perawatan, akhirnya diputuskan untuk menjalani operasi di Singapura.
Waktu mendengar yang menemani hanya tante saya & anaknya - yang saya yakin tidak terlalu fasih berbahasa Inggris atau Mandarin - saya tergerak untuk menyusul dan menemani mereka. Apalagi waktu tahu nenek saya, atau lebih akrab dipanggil Jipho, disuruh untuk menyusul ke sana, dan kalau tante saya sempat bertanya apakah saya bisa ikut ke sana.
So, long story short, akhirnya Selasa, 3 Agt kemarin, saya & Jipho berangkat dengan penerbangan pukul 7 pagi ke Singapura.

Friday, 23 July 2010

goodbye KFC HW

Saya punya seorang teman yang sering ribut dengan tukang parkir. Entah karena merasa ditagih kebanyakan, entah karena tukang parkirnya gak becus bantu markirin mobil dia, intinya karena dia merasa dicurangi.
Nah! Saya sebenarnya tidak jauh-jauh dari dia, hehehe. Tapi sepertinya lebih bijak untuk tidak mengungkit-ungkit cerita lama, karena sebenarnya saya juga udah lupa sih :p
Well, semalam kejadian gak menyenangkan dengan tukang parkir pun terjadi lagi. Waktu itu saya, bee, Lady adiknya bee, dan Dewo, nongkrong di KFC Hayam Wuruk. Kita memang beberapa kali suka nongkrong di situ, karena selain harganya yang relatif murah, tempatnya sendiri pun cukup menyenangkan untuk berlama-lama. Yaaah… mesti tahan aja sama abege-abege khas kawasan tersebut. You know what I mean, right?

Thursday, 1 July 2010

idih, bikin pusing!

Adowww...
Bolak balik ngatur design nih blog..
Bikin puyeng! 
Uhuhuhu...
Maap ya buat para blogwalker atau pembaca setiaku (jaelah) kalo matanya jadi siwer.. Suggestion, anyone?

Tuesday, 25 May 2010

wedding preparation (updated 25.05.10)

Sabtu, 22 Mei 2010
Hari ini kita sudah buat janji dengan vendor cupcakes, yang direkomendasikan oleh seorang teman. Saya pertama menghubungi mereka lewat Facebook, lalu berlanjut ke e-mail. Sempat bikin janji sekali, tapi cancelled. Waktu itu udah agak bingung karena dari mereka (inisial: L) sepertinya kurang agresif mengejar, bahkan waktu saya ngasih alternatif waktu, L tidak segera follow up. Tapi ya sudahlah, kita bikin janji baru. Berhubung rumah L di Cibubur, saya memberi kebebasan baginya menentukan tempat pertemuan, yang akhirnya berlokasi di FX, tepatnya di Pizza Marzano, lt. 6, pukul 4 sore.